Pamekasan, BULETIN.CO.ID – Meskipun keadaan ekonomi sedang tidak baik-baik saja dan masyarakat mengeluhkan kenaikan harga bahan pokok, pemandangan berbanding terbalik justru terjadi pada bursa harga emas di Pamekasan yang anjlok selama dua bulan terakhir.
Salah satu karyawan Toko Emas Jakarta-Surabaya di Jalan Diponegoro mengatakan, di tengah situasi ekonomi saat ini, tokonya justru hampir tidak pernah sepi setiap harinya. Bahkan, menurutnya tingkat keramaian pengunjung tahun ini meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.
“Saat ini orang-orang mungkin masih banyak sisa uang hasil panen tembakau, dan harga emas lagi anjlok banget. Jadi momennya pas; uang tembakau banyak, harga anjlok, dan banyak perhiasan model baru,” jelasnya, Selasa (20/10/2026).
Ia mengimbuhkan bahwa mayoritas pengunjung yang datang ke toko cenderung untuk membeli, bukan menjual kembali emas mereka.
Sementara itu Ani, salah satu pengunjung yang sedang bertransaksi, menceritakan bahwa dirinya membeli emas murni untuk investasi jangka panjang, bukan karena ikut-ikutan (FOMO) atau sekadar gengsi.
“Saya jika punya uang lebih memang sering dibelikan emas daripada buat membeli barang yang lainnya,” ujarnya.
Sebagai informasi, sudah dua bulan terakhir harga emas di Pamekasan anjlok di bawah Rp2.000.000 per gram. Padahal sebelum bulan Agustus, rata-rata harga emas kadar 75 persen berada di kisaran Rp2.000.000 ke atas. Adapun pembaruan harga emas kadar 75 persen hari ini stabil di angka Rp1.920.000 per gram.














