Scroll untuk baca artikel
Berita

Gebyar Ekonomi Santri PCNU Bondowoso Ditutup, Transaksi Tembus Rp500 Juta

×

Gebyar Ekonomi Santri PCNU Bondowoso Ditutup, Transaksi Tembus Rp500 Juta

Sebarkan artikel ini
Muhasim, Ketua panitia Gerakan Ekonomi Santri saat menyerahkan santunan kepada anak yatim dalam acara penutupan GES

Bondowoso, BULETIN.CO.ID – Gebyar Ekonomi Santri (GES) yang digelar Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Bondowoso resmi berakhir setelah berlangsung selama enam hari. Kegiatan yang menghadirkan 130 stan tersebut mencatat perputaran ekonomi mencapai Rp500 juta sekaligus menjadi bukti geliat pelaku UMKM dan ekonomi warga Nahdliyin.

Mengusung semangat pemberdayaan ekonomi masyarakat, kegiatan yang diinisiasi melalui Lembaga Perekonomian Nahdlatul Ulama (LPNU) PCNU Bondowoso ini menjadi ruang pertemuan bagi pelaku UMKM, pedagang kaki lima (PKL), pesantren, organisasi perangkat daerah (OPD), serta lembaga dan badan otonom NU.

Bertempat di Alun-Alun RBA Bondowoso, Gebyar Ekonomi Santri juga menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Santri. Selama enam hari pelaksanaan, masyarakat tidak hanya disuguhkan beragam produk unggulan lokal, tetapi juga diberikan kesempatan untuk mengenal dan mendukung produk-produk usaha masyarakat.

‎Suasana penutupan semakin semarak dengan pembagian 1.000 cup kopi gratis kepada para pengunjung. Selain itu, panitia GES juga menerima penghargaan dari Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Bondowoso.

‎Ketua panitia, Muhasim, mengungkapkan rasa syukur atas suksesnya penyelenggaraan kegiatan tersebut. Menurutnya, capaian perputaran ekonomi sebesar Rp500 juta menjadi salah satu indikator positif dari kegiatan yang melibatkan ratusan pelaku usaha tersebut.

‎”Alhamdulillah, selama enam hari pelaksanaan, perputaran ekonomi mencapai kurang lebih Rp500 juta. Ini tentu menjadi kebahagiaan sekaligus motivasi bagi kami untuk terus mendorong pertumbuhan UMKM dan kemandirian ekonomi masyarakat,” ungkap Muhasim.

‎Tidak hanya berorientasi pada aktivitas ekonomi, Gebyar Ekonomi Santri juga diisi dengan kegiatan sosial. Dalam kesempatan tersebut, panitia menyerahkan santunan kepada 30 anak yatim sebagai bentuk kepedulian dan tanggung jawab sosial kepada masyarakat.

‎Muhasim berharap kegiatan serupa dapat kembali diselenggarakan pada tahun mendatang dengan melibatkan lebih banyak pelaku usaha dan memberikan manfaat yang lebih luas.

‎”Semoga tahun depan kami bersama PCNU Bondowoso bisa kembali melaksanakan kegiatan seperti ini. Harapannya, jumlah pelaku UMKM yang terlibat semakin banyak dan manfaatnya semakin dirasakan masyarakat,” tambahnya.

‎Puncak penutupan berlangsung khidmat dengan kegiatan bershalawat bersama yang diikuti para pengunjung dan masyarakat yang hadir. Lantunan shalawat menjadi penanda berakhirnya rangkaian Gebyar Ekonomi Santri yang memadukan pemberdayaan ekonomi, kepedulian sosial, dan nilai-nilai keagamaan.

‎Melalui kegiatan ini, PCNU Bondowoso diharapkan dapat terus memperkuat peran organisasi dalam membangun ekonomi kerakyatan. Sebab, kemandirian ekonomi warga Nahdliyin tidak cukup hanya dengan semangat berwirausaha, tetapi juga membutuhkan ruang promosi, jaringan pemasaran, serta dukungan nyata bagi tumbuhnya UMKM lokal.(Nang)

‎

**) IIkuti berita terbaru BULETIN.CO.ID di Google News klik disini dan jangan lupa di follow.
banner 400x130