Scroll untuk baca artikel
Pendidikan

Ratusan Siswa Bondowoso Terancam Gagal Ikut OSN, Diduga Akibat Kelalaian Administrasi Dispendik

×

Ratusan Siswa Bondowoso Terancam Gagal Ikut OSN, Diduga Akibat Kelalaian Administrasi Dispendik

Sebarkan artikel ini
Illustrasi


‎Bondowoso, BULETIN.CO.ID – Ratusan siswa di Kabupaten Bondowoso terancam kehilangan kesempatan melanjutkan perjuangan mereka ke Olimpiade Sains Nasional (OSN) tingkat Provinsi. Ironisnya, ancaman tersebut bukan disebabkan kalah bersaing secara akademik, melainkan diduga akibat persoalan administrasi yang tidak tuntas hingga batas waktu yang telah ditentukan.


‎Kondisi tersebut memicu kemarahan sejumlah wali murid yang merasa anak-anak mereka menjadi korban dari persoalan birokrasi yang seharusnya dapat diantisipasi sejak awal.
‎Senin (29/06/2026), sejumlah wali murid mendatangi Dinas Pendidikan Bondowoso untuk meminta penjelasan terkait tidak munculnya nama peserta dari sejumlah sekolah dalam daftar hasil seleksi OSN tingkat kabupaten yang diumumkan oleh sistem pusat.


‎Berdasarkan informasi yang dihimpun, pelaksanaan OSN Kabupaten tahun ini digelar di dua lokasi berbeda, yakni di SMPN 2 Tenggarang dan MTsN 2 Bondowoso. Kebijakan tersebut berbeda dengan pelaksanaan pada tahun-tahun sebelumnya yang umumnya dipusatkan pada satu lokasi.


‎Persoalan muncul setelah hasil seleksi peserta yang mengikuti ujian di titik SMPN 2 Tenggarang disebut tidak terbaca dalam sistem pusat. Dugaan sementara mengarah pada belum terunggahnya berita acara pelaksanaan sebagai salah satu syarat administrasi wajib sebelum batas waktu pengiriman berkas pada 22 Juni lalu.


‎Salah seorang wali murid berinisial BP mengaku datang langsung ke Dinas Pendidikan untuk mempertanyakan nasib para siswa yang terancam tidak bisa mengikuti OSN tingkat Provinsi.


‎”Ini kenapa, sampai hari ini gak ada penjelasan,” ujarnya.


‎BP mengungkapkan, berdasarkan hasil pertemuannya dengan Kepala Dinas Pendidikan Bondowoso, pihak dinas mengakui adanya kesalahan dalam proses pengunggahan dokumen dan telah menyampaikan permohonan maaf kepada para wali murid.


‎”Tadi mengaku dan meminta maaf, katanya ada kesalahan di upload berita acara itu,” katanya.


‎Menurut BP, persoalan ini sangat disayangkan mengingat anak-anak telah melakukan berbagai persiapan untuk mengikuti kompetisi tersebut.


‎”Tahun kemarin juara dua di kabupaten, tapi kalah di Provinsi,” ucapnya, berharap cucunya tetap bisa melanjutkan perjuangan hingga tingkat nasional.


‎Keluhan serupa juga disampaikan wali murid lainnya, HS. Ia mempertanyakan hasil OSN Kabupaten yang menurutnya hanya memunculkan peserta dari MTsN 2 Bondowoso, sementara peserta yang mengerjakan di lokasi SMPN 2 Tenggarang tidak tercatat sama sekali dalam sistem pusat.


‎”Semua SMP ini gak ada datanya, gak masuk. Datanya gak terupload ke pusat,” ujarnya.


‎HS mengaku heran mengapa pelaksanaan OSN Kabupaten tahun ini digelar di dua lokasi berbeda. Menurutnya, seluruh peserta semestinya mengikuti seleksi di satu tempat agar tidak menimbulkan persoalan administratif seperti saat ini.


‎”Kenapa dapat izin gitu loh. Kan seharusnya kumpul di satu lokasi. Semua SMP ini seharusnya kumpul di satu tempat, untuk OSN-K,” jelasnya.


‎Menurut HS, pelaksanaan yang terpisah diduga berdampak terhadap proses pengiriman data ke pusat. Ia menyebut hanya data dari lokasi MTsN 2 Bondowoso yang berhasil masuk ke sistem.


‎”Terus yang terkirim datanya hanya Matsada saja ke pusat. Pihak Dinas ngomongnya sudah mengirim, tapi dalam bentuk PDF,” katanya.


‎Ia juga memperoleh informasi bahwa format dokumen yang dikirim tidak sesuai dengan ketentuan petunjuk teknis yang berlaku.


‎”Tidak terbaca sama pusat. Saat pengumuman, ya otomatis yang Matsada saja. Karena sesuai ketentuannya,” tuturnya.


‎Akibat persoalan tersebut, menurut HS, para siswa yang mengikuti seleksi di SMPN 2 Tenggarang menjadi pihak yang paling dirugikan, termasuk anaknya yang sebelumnya berhasil meraih prestasi di tingkat kabupaten.


‎”Tahun kemarin juara anak saya kemarin di kabupaten. Nah ini kan sekarang mengejar ke provinsinya. Gimana mau ke provinsi sedangkan kabupaten saja tidak selesai,” katanya.


‎Sementara itu, wali murid lainnya, DL, mengaku telah menemui Kepala Dinas Pendidikan Bondowoso. Namun hingga kini mereka masih diminta menunggu keputusan dari pusat.


‎”Sudah dikirim lagi katanya. Tapi keputusannya hari ini. Kita tunggu hari ini,” ujarnya.


‎DL berharap ada kepastian secepatnya mengingat pelaksanaan OSN tingkat Provinsi dijadwalkan berlangsung pada 9 Juli mendatang.


‎”Mudah-mudahan bisa dapat jawaban yang pasti secepatnya dari Puspresnas itu. Karena pelaksanaan provinsi sudah tanggal 9 Juli. Kan waktunya mepet ini,” harapnya.
‎Menurut DL, Kepala Dinas Pendidikan juga telah mengakui adanya kesalahan dalam proses pengunggahan dokumen yang menjadi syarat administrasi pelaksanaan OSN Kabupaten.


‎”Iya diakui salah. Diupload tapi beda bentuk. Beda bentuk PDF padahal seharusnya JPG,” pungkasnya.

Sementara Kepala Dinas Pendidikan, Taufan Restuanto, saat dikonfirmasi terkait OSN hanya menjawab dengan singkat.

” Ditahan dulu”,singkatnya tanpa menjelaskan maksud dari kata kata tersebut.


‎Kini nasib ratusan siswa Bondowoso berada di tangan keputusan Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas). Mereka yang telah berjuang melalui proses seleksi dan persiapan panjang berharap kesempatan berkompetisi tidak hilang hanya karena persoalan administrasi yang berada di luar kendali mereka.


‎Sebab dalam sebuah ajang pencarian prestasi, yang semestinya menentukan langkah seorang peserta adalah kemampuan dan hasil kompetisi, bukan kesalahan administrasi yang terjadi di belakang meja birokrasi.(Nang)

**) IIkuti berita terbaru BULETIN.CO.ID di Google News klik disini dan jangan lupa di follow.
banner 400x130