Bondowoso,BULETIN.CO.ID – Daya tarik kopi asal Bondowoso terus mencuri perhatian pasar global. Terbaru, dua perwakilan lembaga keuangan internasional berbasis di Singapura, Charles dan Freedy, datang langsung ke daerah tersebut untuk menjajaki potensi ekspor ke sejumlah negara di Eropa.
Kunjungan itu dilakukan dengan menyambangi kebun kopi milik Mulyadi, petani di Kecamatan Tapen, pada Minggu (3/5/2026). Keduanya meninjau secara langsung proses produksi kopi, mulai dari budidaya hingga pengolahan pascapanen.
Charles menilai kopi Bondowoso memiliki karakter rasa yang khas dan alami, sehingga berpeluang besar bersaing di pasar internasional. Ia bahkan menyebut kualitas kopi dari daerah tersebut sebagai sesuatu yang “fantastik”.
“Kami melihat potensi besar untuk meningkatkan nilai tambah komoditas kopi di sini, khususnya untuk pasar Eropa,” ujarnya.
Tak hanya berorientasi ekspor, pihaknya juga menaruh perhatian pada pengembangan sektor hulu, termasuk peningkatan kualitas produksi berbasis teknologi serta kesejahteraan petani. Menurutnya, keseimbangan antara pertumbuhan industri dan keberlanjutan lingkungan menjadi kunci utama.
Ia juga menyinggung pentingnya peran sektor pertanian, termasuk kopi, dalam mendukung ketahanan pangan global di tengah ancaman krisis iklim dan pertumbuhan populasi dunia.
Sementara itu, Mulyadi mengungkapkan bahwa ketertarikan investor asing terhadap kopi Bondowoso tidak lepas dari keunikan cita rasa serta metode budidaya yang masih alami.
“Selain dikenal sebagai kopi specialty sejak 2014–2017, pengelolaan kebun di sini masih menjaga keseimbangan alam. Misalnya, ampas kopi dimanfaatkan sebagai pupuk organik,” jelasnya.
Ia berharap kunjungan tersebut dapat membawa dampak positif, tidak hanya pada peningkatan nilai ekonomi, tetapi juga terhadap kesejahteraan petani dan pelestarian lingkungan.
“Kami ingin bisnis tetap berjalan, kesejahteraan meningkat, dan alam tetap terjaga. Sekaligus mengenalkan nilai-nilai budaya ketimuran,” pungkasnya.(Nang)








