Probolinggo Kota, BULETIN.CO.ID – Menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idul Adha 1447 Hijriah, Pemerintah Kota Probolinggo kerja bareng Pemerintah Provinsi Jawa Timur menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) di Taman Maramis, Selasa (12/5). Kegiatan ini langsung disambut antusias masyarakat sejak pagi hari untuk mendapatkan berbagai kebutuhan pokok dengan harga lebih murah dibanding harga pasar.
Beragam komoditas dijual dalam kegiatan tersebut, mulai dari beras SPHP, minyak goreng, gula, telur, tepung terigu, cabai, bawang putih, hingga produk UMKM lokal dan hasil peternakan warga. Bahkan, stok beras SPHP yang disediakan mencapai 2 ton.
Wali Kota Probolinggo Dokter Aminuddin, meninjau langsung pelaksanaan GPM sambil membandingkan harga kebutuhan pokok dengan harga di pasaran. Ia menegaskan, kegiatan ini menjadi salah satu upaya pemerintah dalam menjaga stabilitas harga sekaligus membantu masyarakat memenuhi kebutuhan menjelang Idul Adha.
“Ini beras premium SPHP kualitas bagus dari Bulog, harganya hanya Rp 55 ribu. Padahal di pasaran bisa sampai Rp 72 ribu. Selisihnya lumayan besar, hampir Rp18 ribu,” ujar Aminuddin saat berdialog dengan para pedagang dan warga dalam live akun Tik Tok miliknya.
Selain beras, sejumlah bahan pokok lain juga dijual dengan harga di bawah pasaran. Minyak goreng dijual mulai Rp 15 ribu hingga Rp 16 ribu per liter, telur ayam Rp 24 ribu per kilogram, tepung terigu Rp 10 ribu per kilogram, serta bawang putih sekitar Rp 26 ribu per kilogram.
Menurut wali kota, GPM sengaja digelar mendadak agar masyarakat bisa segera memanfaatkan kesempatan tersebut. Antusiasme masyarakat terlihat begitu tinggi. Hingga menjelang siang hari, sejumlah komoditas seperti Minyakita, gula, bawang putih, dan telur dilaporkan telah ludes diserbu pembeli..
Tak hanya bahan pokok, kegiatan tersebut juga menghadirkan berbagai produk lokal seperti telur puyuh, jamur tiram, ikan asap, hingga produk olahan UMKM. Wali kota juga mempromosikan program pengembangan pisang cavendish dan budidaya telur puyuh sebagai potensi ekonomi baru masyarakat Kota Probolinggo.
Ia memastikan GPM akan terus dilakukan secara bergilir di berbagai wilayah Kota Probolinggo untuk menjaga daya beli masyarakat dan menekan inflasi daerah. “Mudah-mudahan ini bisa membantu masyarakat memenuhi kebutuhan sehari-hari, terutama menjelang Idul Adha. Warga bisa datang ke lokasi Gerakan Pangan Murah dan berbelanja tanpa perlu menunjukkan KTP,” pungkasnya. (*)
Penulis: Sudarsono














