Scroll untuk baca artikel
Berita

Transparansi Dipertanyakan, Hasil Seleksi Perawat RSUD dr. Koesnadi Bondowoso Tak Cantumkan Nilai

×

Transparansi Dipertanyakan, Hasil Seleksi Perawat RSUD dr. Koesnadi Bondowoso Tak Cantumkan Nilai

Sebarkan artikel ini
RSUD Koesnadi Bondowoso

Bondowoso, BULETIN.CO.ID – Pelaksanaan rekrutmen tenaga kesehatan non ASN di RSUD dr. Koesnadi Bondowoso kini menjadi sorotan  publik. Bukan tanpa alasan, dalam pengumuman hasil seleksi kompetensi, hanya formasi perawat yang tidak mencantumkan nilai skoring peserta. Sementara seluruh formasi lain dipublikasikan lengkap beserta rincian nilainya.

‎Keputusan tersebut memicu tanda tanya besar, terlebih formasi perawat disebut menjadi formasi dengan jumlah peserta terbanyak dalam rekrutmen kali ini. Tidak sedikit peserta dan masyarakat menilai pengumuman tanpa skoring membuka ruang kecurigaan terhadap proses seleksi.

‎Sorotan keras juga datang dari dokter spesialis RSUD dr. Koesnadi, Yusdeny Lana Sakti. Melalui video yang diunggah di media sosial pribadinya sejak Kamis (7/5/2026), ia mengaku menerima banyak aduan dari peserta seleksi perawat yang mempertanyakan transparansi hasil penilaian.

‎“Kalau skoringnya saja tidak diumumkan, dasar penilaiannya apa? Ini bagaimana asas transparansinya,” ujarnya dalam video yang beredar luas pada Jumat (8/5/2026).

‎Menurut Yusdeny, perekrutan tenaga kesehatan tanpa keterbukaan nilai berpotensi mencederai prinsip merit system yang seharusnya menjunjung transparansi, akuntabilitas, profesionalisme, serta bebas diskriminasi maupun nepotisme.

‎Tak hanya itu, ia juga mengungkap adanya informasi dugaan nomor ujian peserta yang diberi tanda warna tertentu. Temuan tersebut memunculkan spekulasi adanya peserta “titipan” dalam proses seleksi.

‎“Kenapa ada yang berwarna? Itu yang kemudian dicurigai sebagai titipan,” katanya.

‎Ia menegaskan, kritik yang disampaikannya bukan untuk menyerang pihak tertentu, melainkan demi memastikan seluruh peserta mendapatkan hak dan kesempatan yang sama secara adil.

‎“Kasihan mereka yang berharap punya kesempatan yang sama untuk bisa masuk menjadi bagian rumah sakit,” ujarnya.

‎Video kritik tersebut diketahui telah ditonton puluhan ribu kali dan memicu gelombang komentar warganet yang mendesak agar proses rekrutmen dibuka secara transparan, terutama terkait hasil penilaian formasi perawat.

‎Di tengah polemik yang terus berkembang, Direktur RSUD dr. Koesnadi Bondowoso, Yus Priyatna, belum memberikan penjelasan detail saat dikonfirmasi. Ia hanya menyampaikan jawaban singkat.

‎“Senin ya,” ujarnya.(Nang)


**) IIkuti berita terbaru BULETIN.CO.ID di Google News klik disini dan jangan lupa di follow.
banner 400x130