Scroll untuk baca artikel
Berita

Menu MBG Yayasan Bintang Cahaya Majungan Pamekasan Kembali Dikeluhkan Wali Murid

×

Menu MBG Yayasan Bintang Cahaya Majungan Pamekasan Kembali Dikeluhkan Wali Murid

Sebarkan artikel ini
Pamekasan
Menu MBG yang disajikan oleh SPPG Yayasan Bintang Cahaya. Kamis (29/10/2026).

Pamekasan, BULETIN.CO.ID – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dikelola oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Yayasan Bintang Cahaya Majungan, Pademawu, Pamekasan, kembali  diprotes para wali murid. Pasalnya pengelola dapur dinilai terus menyajikan menu makanan yang asal-asalan.

Kekecewaan para wali murid memuncak setelah beredarnya foto menu harian terbaru yang dibagikan melalui grup WhatsApp wali murid maupun difoto langsung oleh gurunya.

Dalam foto yang beredar, tampak ompreng stainless steel yang disajikan hanya berupa beberapa potong kecil kentang rebus, sepotong tahu putih, sebutir telur rebus utuh, sedikit bumbu kacang di dalam kantong plastik kecil, beberapa potong mentimun, tiga butir buah anggur, serta satu buah pangsit goreng tanpa nasi maupun susu.

Sajian ini dinilai sangat jauh dari standar gizi nasional jika merujuk pada ketetapan Badan Gizi Nasional (BGN) dengan total alokasi anggaran untuk satu porsi paket MBG adalah sebesar Rp15.000, dengan pos khusus belanja bahan baku makanan yang dipatok berkisar antara Rp8.000 hingga Rp10.000 per porsi.

“Makanannya seakan dibuat suka-suka orang dapur saja. Kadang bahkan cuma dikasih lauk telur ceplok. Kalau anak-anak mungkin asal makan karena dikira camilan biasa, tetapi bagi kami para orang tua, menu seadanya seperti ini jelas tidak masuk akal jika melihat besaran anggaran resmi yang dikucurkan negara,” ungkap salah satu wali murid SD dengan nada kecewa saat dikonfirmasi oleh media ini, Kamis (29/10/2026).

Selain itu, wali murid TK juga mengeluhkan menu MBG tersebut karena menunya porsinya sangat sedikit. 

“Apakah ini akibat efisiensi anggaran ya, menunya kok seperti ini, pokoknya menunya sering seperti ini, kalau di dapur yang sebelumnya banyak porsinya dan enak-enak tidak seperti ini,” ucap salah satu wali murid TK yang enggan disebut namanya.

Keluhan mengenai buruknya kualitas menu makanan di SPPG ini rupanya bukan pertama kali terjadi. Beberapa waktu lalu, unit dapur di yayasan ini juga sempat menuai kritik setelah kedapatan hanya membagikan menu berupa roti tawar dipotong bulat kecil dengan suwiran ayam dan buah kecil yang dinilai kurang memenuhi kriteria makan bergizi seimbang.

Meskipun permasalahan ini sudah berulang kali mencuat dan menjadi sorotan dalam berbagai pemberitaan media online, pihak manajemen dapur terkesan menutup mata. 

Kepala Dapur SPPG Yayasan Bintang Cahaya Majungan tetap bungkam. Hingga rilis ini dikeluarkan, pihak pengelola dapur tidak memberikan respons, tanggapan, maupun klarifikasi resmi mengenai dugaan ketidaksesuaian alokasi anggaran belanja bahan pangan tersebut.

Para wali murid juga mendesak Satgas MBG Kabupaten Pamekasan serta Badan Gizi Nasional (BGN) wilayah Jawa Timur untuk segera turun tangan melakukan inspeksi mendadak (sidak) dan mengevaluasi izin operasional dapur SPPG tersebut. 

“Kalau bisa satgas MBGnya suruh turun langsung supaya bisa diperbaiki porsi menunya ke depan,” pintanya.

Tak hanya itu, wali murid juga menuntut adanya transparansi penuh dan tindakan tegas, karena setiap rupiah dari anggaran negara adalah hak pemenuhan gizi anak sekolah yang harus dipertanggungjawabkan secara nyata.

“Dan usut juga anggarannya, anggaran besar tapi menunya main-main, apa dikorupsi atau bagaimana,” tutupnya.

Hingga berita ini dimuat, pihak SPPG tetap tidak merespon mulai dari keluhan sebelumnya.

**) IIkuti berita terbaru BULETIN.CO.ID di Google News klik disini dan jangan lupa di follow.
banner 400x130