Scroll untuk baca artikel
Berita

Medco Power Keruk Panas Bumi Ijen, Pemkab Bondowoso Akui Rp1,9 Miliar Tak Cukup Perbaiki Kerusakan Infrastruktur

×

Medco Power Keruk Panas Bumi Ijen, Pemkab Bondowoso Akui Rp1,9 Miliar Tak Cukup Perbaiki Kerusakan Infrastruktur

Sebarkan artikel ini
Gambar Ilustrasi PLTP Medco Power

‎Bondowoso, BULETIN.CO.ID — Operasional Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Ijen yang dikelola Medco Power mulai menghasilkan penerimaan bagi Pemerintah Kabupaten Bondowoso. Namun, di balik potensi energi panas bumi yang dikembangkan, muncul pertanyaan mendasar mengenai seberapa besar manfaat yang benar-benar dirasakan masyarakat dari keberadaan proyek tersebut.

Pada 2026, penerimaan Kabupaten Bondowoso dari bonus produksi dan dana bagi hasil (DBH) panas bumi tercatat mencapai sekitar Rp1,9 miliar. Rinciannya, Rp1,3 miliar berasal dari bonus produksi yang baru pertama kali diterima pada tahun ini, sedangkan sekitar Rp600 juta merupakan DBH panas bumi.

‎Angka tersebut tentu menjadi tambahan pendapatan bagi daerah. Namun, ketika kebutuhan pembangunan dan perbaikan infrastruktur masih menjadi persoalan, besaran penerimaan itu memunculkan pertanyaan mengenai bagaimana manfaat pengembangan panas bumi dapat dirasakan secara lebih luas oleh masyarakat Bondowoso.

‎Jangan sampai keberhasilan produksi energi hanya terlihat dari beroperasinya pembangkit dan bertambahnya penerimaan daerah, sementara manfaat ekonomi bagi masyarakat belum terukur secara terbuka.

Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Bondowoso, I Wayan Wisesa Buana, menjelaskan bahwa penerimaan dari sektor panas bumi pada 2026 terdiri atas bonus produksi dan DBH.

‎”Rp1,3 miliar itu bonus produksi yang kita terima di tahun 2026 dan itu baru perdana kita terima. Kalau dana bagi hasilnya, panas bumi itu di tahun ini kita dapat sekitar Rp600 jutaan,” ujarnya.

‎Dengan demikian, total penerimaan yang masuk ke kas daerah mencapai sekitar Rp1,9 miliar.

‎Sementara itu, Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Bondowoso, Selamet Yantoko, menegaskan bahwa bonus produksi tersebut bukan berasal dari pajak maupun sumbangan sukarela, melainkan penerimaan yang berkaitan dengan kegiatan produksi panas bumi.

‎”Tahun 2026 kita sudah terima Rp1,3 miliar sekian. Kalau tahun 2025 lalu masih kecil, masih ratusan ribu, karena waktu itu belum produksi dan masih penggalian sumur,” ungkap Selamet saat dikonfirmasi pada awal Oktober 2026.

Pernyataan tersebut menunjukkan adanya peningkatan penerimaan seiring perkembangan kegiatan produksi di lapangan.

Namun, publik berhak mengetahui lebih jauh bagaimana pengembangan PLTP Ijen memberikan dampak ekonomi bagi wilayah sekitar. Berapa banyak tenaga kerja lokal yang terserap? Sejauh mana pelaku usaha Bondowoso dilibatkan? Apa saja program pemberdayaan masyarakat yang telah dijalankan, dan bagaimana hasilnya dapat diukur?

Pertanyaan-pertanyaan itu penting agar manfaat keberadaan perusahaan tidak hanya dilihat dari angka penerimaan pemerintah, tetapi juga dari dampaknya terhadap kehidupan masyarakat.

Produksi Medco Diproyeksikan Bertambah, Manfaat untuk Bondowoso Harus Lebih Nyata

‎Selamet Yantoko menyebut penerimaan daerah berpotensi meningkat seiring bertambahnya produksi panas bumi dan rencana penambahan sumur secara bertahap.

‎”Selama yang dihasilkan Medco bertambah dan hasil produksinya bertambah, ya insyaallah akan bertambah. Penambahan sumur ini dilakukan bertahap,” jelasnya.

Pernyataan tersebut membuka peluang peningkatan pendapatan daerah pada masa mendatang.

‎Akan tetapi, peningkatan produksi semestinya menjadi momentum untuk memperkuat manfaat ekonomi bagi masyarakat Bondowoso. Pertumbuhan kegiatan operasional perlu diiringi keterbukaan mengenai penyerapan tenaga kerja lokal, peluang usaha bagi masyarakat, program sosial, serta pengelolaan dampak terhadap lingkungan dan infrastruktur.

‎Medco Power sebagai pengelola PLTP Ijen perlu menjelaskan kontribusi nyata yang telah diberikan kepada masyarakat di sekitar wilayah operasionalnya.

‎Sebab, bagi masyarakat, keberhasilan sebuah proyek strategis tidak cukup hanya diukur dari besarnya energi yang dihasilkan. Yang tidak kalah penting adalah sejauh mana keberadaan proyek tersebut membuka kesempatan kerja, menggerakkan perekonomian lokal, dan memberikan manfaat pembangunan yang dapat dirasakan secara langsung.

‎Jika produksi terus meningkat, masyarakat tentu layak berharap agar manfaat ekonomi yang menyertainya juga semakin nyata dan dapat dipertanggungjawabkan.

Jalan Rusak Jadi Persoalan, Pemkab Akui DBH Tak Mencukupi

‎Di balik penerimaan dari sektor panas bumi, persoalan infrastruktur masih menjadi pekerjaan rumah bagi Pemerintah Kabupaten Bondowoso.

‎Selamet Yantoko mengakui bahwa dana bagi hasil yang diterima belum mampu mencukupi kebutuhan perbaikan jalan.

‎”Dari kerusakan itu, kalau untuk aspal yang ada saja, dengan dana bagi hasil itu tidak cukup. Sangat-sangat jauh,” tegasnya.

Pernyataan tersebut memperlihatkan adanya kesenjangan antara penerimaan dari sektor panas bumi dan kebutuhan anggaran untuk menangani infrastruktur daerah.

Pemkab Bondowoso pun mengusulkan agar proyek strategis nasional seperti pengembangan panas bumi Ijen dapat diikuti dengan dukungan pendanaan untuk perbaikan infrastruktur.

Persoalan ini patut menjadi perhatian bersama. Ketika aktivitas proyek berkembang, pemerintah daerah perlu memastikan bahwa kebutuhan pembangunan di wilayahnya tetap menjadi bagian dari pembahasan dengan para pemangku kepentingan.

‎Namun, belum cukupnya DBH untuk memperbaiki jalan tidak otomatis membuktikan bahwa Medco Power merupakan penyebab kerusakan infrastruktur. Untuk memastikan keterkaitan tersebut, diperlukan data teknis mengenai kondisi jalan, intensitas kendaraan operasional, dan hasil pemeriksaan lapangan.

Apabila kerusakan tertentu terbukti berkaitan dengan aktivitas proyek, tanggung jawab penanganannya perlu dibahas berdasarkan bukti dan ketentuan yang berlaku.

Dengan demikian, pembahasan mengenai kontribusi perusahaan tidak semata-mata berhenti pada besaran DBH, tetapi juga mencakup pengelolaan dampak operasional dan kejelasan tanggung jawab masing-masing pihak.

‎Kontribusi Medco Jangan Hanya Berhenti pada Angka Penerimaan

Penerimaan sekitar Rp1,9 miliar merupakan tambahan pendapatan bagi Kabupaten Bondowoso. Namun, angka tersebut belum menggambarkan keseluruhan manfaat ekonomi maupun dampak sosial dari operasional PLTP Ijen.

Bonus produksi dan DBH memiliki mekanisme perhitungan tersendiri. Karena itu, penilaian terhadap kontribusi Medco Power harus dilakukan secara proporsional dengan membedakan penerimaan pemerintah, kewajiban perusahaan, dan program pemberdayaan masyarakat.

Di sinilah keterbukaan perusahaan menjadi penting.

‎
Publik perlu memperoleh informasi mengenai jumlah tenaga kerja lokal yang dilibatkan, nilai belanja perusahaan kepada pelaku usaha setempat, program tanggung jawab sosial perusahaan, serta langkah mitigasi dampak operasional.

Informasi tersebut akan membantu masyarakat menilai apakah pengembangan panas bumi telah memberikan manfaat yang sejalan dengan kebutuhan daerah.

Pemkab Bondowoso juga perlu menjelaskan bagaimana penerimaan dari sektor panas bumi dipertimbangkan dalam perencanaan pembangunan, terutama untuk memenuhi kebutuhan infrastruktur dan pelayanan publik.

‎Jangan sampai keberhasilan proyek hanya dihitung dari sisi produksi, sementara manfaat bagi masyarakat dan kebutuhan pembangunan daerah tidak pernah dievaluasi secara terbuka.

Medco Power Perlu Menjawab Harapan Masyarakat Bondowoso

Seiring rencana penambahan sumur dan potensi peningkatan produksi, ada sejumlah hal yang patut dijelaskan secara terbuka oleh Medco Power.

Berapa banyak tenaga kerja lokal yang terserap dalam operasional PLTP Ijen?

‎Sejauh mana pelaku usaha lokal dilibatkan dalam memenuhi kebutuhan barang dan jasa perusahaan?

‎Program pemberdayaan masyarakat apa saja yang telah dijalankan, berapa besar anggarannya, dan bagaimana hasilnya bagi warga sekitar?

‎Bagaimana perusahaan mengantisipasi dampak operasional terhadap infrastruktur dan lingkungan?

‎Apakah terdapat rencana koordinasi dengan pemerintah daerah untuk memperkuat manfaat pembangunan bagi masyarakat seiring peningkatan produksi?

‎Pertanyaan tersebut bukan bentuk penolakan terhadap investasi. Sebaliknya, keterbukaan merupakan bagian penting untuk membangun kepercayaan publik dan memastikan pengembangan energi berjalan seiring dengan kepentingan masyarakat.

‎Medco Power perlu mendapatkan kesempatan untuk menjelaskan capaian serta komitmennya. Pada saat yang sama, pemerintah daerah harus memastikan bahwa manfaat ekonomi dari pengembangan panas bumi dapat dipahami dan dievaluasi secara objektif.

‎Pada akhirnya, keberhasilan PLTP Ijen tidak cukup hanya diukur dari berapa banyak energi yang diproduksi atau berapa besar penerimaan yang masuk ke kas daerah. Keberhasilan juga harus tercermin dari manfaat ekonomi yang terukur, pengelolaan dampak yang bertanggung jawab, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

‎Bondowoso memiliki kepentingan untuk memastikan bahwa potensi panas bumi di wilayahnya memberikan manfaat pembangunan yang berkelanjutan.

‎Kini, pertanyaan yang layak diajukan bukan sekadar berapa besar penerimaan daerah dari operasional PLTP Ijen, melainkan seberapa nyata manfaat keberadaan Medco Power bagi masyarakat Bondowoso, dan bagaimana manfaat itu akan ditingkatkan ketika produksi terus berkembang?(Nang)

‎

**) IIkuti berita terbaru BULETIN.CO.ID di Google News klik disini dan jangan lupa di follow.
banner 400x130