Probolinggo Kota, BULETIN.CO.ID – Pemerintah Kota Probolinggo menjadikan peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 sebagai momentum memperkuat transformasi pendidikan melalui peluncuran digitalisasi literasi dan penguatan budaya sekolah aman dan nyaman. Kegiatan yang digelar di SMP Negeri 9 Kota Probolinggo, Senin (4/5/2026), dihadiri jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Probolinggo Siti Romlah, unsur kepolisian, TNI, kejaksaan, pengadilan negeri, perangkat daerah, kepala sekolah, pengawas pendidikan, hingga Bunda PAUD Kota Probolinggo.
Dalam laporannya, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Probolinggo, Dr. Siti Romlah S,Si.,MP,d. Menyampaikan bahwa kegiatan ini dilaksanakan berdasarkan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, disposisi Wali Kota Probolinggo terkait rangkaian pelaksanaan Hardiknas 2026, serta rekomendasi Pemerintah Kota Probolinggo bersama DPRD setempat.
Menurutnya, peringatan Hardiknas tahun ini tidak hanya menjadi agenda seremonial, melainkan forum kolaboratif untuk memperkuat komitmen bersama dalam menghadapi tantangan dunia pendidikan saat ini.
“Momentum ini menjadi forum bersama untuk memperkuat komitmen dalam mencegah radikalisme, menghadapi tantangan digitalisasi, serta mengintegrasikan budaya sekolah aman dan nyaman melalui penguatan pendidikan karakter di seluruh satuan pendidikan Kota Probolinggo,” ujar Siti Romlah.
Dalam rangkaian acara tersebut, terdapat sejumlah agenda strategis yang dilaksanakan. Salah satunya pengukuhan Kelompok Kerja Penyelenggaraan Budaya Sekolah Aman dan Nyaman periode 2026-2030. Program ini merupakan bentuk komitmen Pemerintah Kota Probolinggo melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan dalam mencegah serta menangani kekerasan di lingkungan satuan pendidikan.
Selain itu, dilaksanakan pula deklarasi Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027 sebagai komitmen bersama untuk memastikan proses penerimaan peserta didik baru berjalan transparan, berintegritas, dan sesuai ketentuan yang berlaku.
Kegiatan juga diisi dengan dialog terpadu mengenai persoalan pendidikan yang menghadirkan arahan dari Wali Kota Probolinggo, Wakil Wali Kota, serta penguatan dari seluruh unsur Forkopimda dan Bunda PAUD. Peserta yang hadir terdiri dari anggota kelompok kerja sekolah aman dan nyaman, panitia SPMB 2026/2027, kepala sekolah jenjang PAUD, SD, SMP, pendidikan nonformal, PKBM, hingga seluruh pengawas pendidikan di Kota Probolinggo.
Peluncuran digitalisasi literasi menjadi salah satu fokus utama dalam peringatan Hardiknas tahun ini. Program tersebut diharapkan mampu mempercepat transformasi pendidikan berbasis teknologi sekaligus meningkatkan kemampuan literasi digital peserta didik di tengah perkembangan era digital yang semakin pesat.
Melalui langkah ini, Pemerintah Kota Probolinggo menegaskan komitmennya untuk mencetak generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat, kreatif, dan adaptif dalam menghadapi tantangan masa depan. (*)
Penulis : Sudarsono













